Perkuat Kesadaran HAM, H. SN Prana Putra Sohe Ajak Masyarakat Terapkan P5HAM dan Cegah Kekerasan terhadap Perempuan serta Anak
LUBUKLINGGAU, Wartasumsel.id – Upaya membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) terus digencarkan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk "Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi P5HAM" yang digelar pada Kamis, 30 Juli 2026, di Bendo Cafe, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PKB Dapil Sumatera Selatan I H. SN Prana Putra Sohe, Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2026–2031 Hj. Yetti Oktarina Prana, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Sumatera Selatan Hendri Maruli Tua, S.H., M.H. sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, H. SN Prana Putra Sohe menjelaskan bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak tersebut wajib dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh negara maupun seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, jenis kelamin, maupun status sosial.
"HAM bukan hanya berbicara tentang hak untuk hidup, tetapi juga hak memperoleh pendidikan, kesehatan, rasa aman, keadilan, serta perlakuan yang setara di hadapan hukum. Karena itu, membangun budaya saling menghormati hak sesama merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan masyarakat yang damai, adil, dan bermartabat," tegas Prana Putra Sohe.
Sementara itu, Hj. Yetti Oktarina Prana menekankan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya penghormatan terhadap HAM. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga sehingga nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan anti kekerasan harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.
"Perempuan memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter generasi penerus. Dari keluarga lahir budaya saling menghargai, menghormati hak orang lain, serta menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Ketika perempuan berdaya dan memahami HAM, maka akan lahir keluarga yang harmonis dan masyarakat yang lebih berkeadilan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Hendri Maruli Tua, S.H., M.H., menjelaskan bahwa P5HAM merupakan gerakan untuk membangun budaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan Hak Asasi Manusia di tengah masyarakat. Implementasi P5HAM bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar memahami hak dan kewajibannya serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran HAM.
Ia juga menyoroti masih tingginya kasus pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan keluarga, khususnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak setiap individu untuk hidup aman, memperoleh perlindungan, dan tumbuh serta berkembang secara layak.
"KDRT maupun kekerasan terhadap anak bukan lagi persoalan pribadi, melainkan persoalan kemanusiaan yang harus dicegah bersama. Melalui implementasi P5HAM, kami berharap masyarakat semakin berani melapor, peduli terhadap korban, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan," jelas Hendri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para narasumber berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menghormati Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan nilai-nilai P5HAM secara konsisten, diharapkan terwujud masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan, sehingga tercipta kehidupan yang aman, damai, dan berkeadaban di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kota Lubuklinggau. (Vh)