Warta Sumsel

Peduli Warga di Tengah Kekeringan, Ketua RT 02 Taba Jemekeh Turun Langsung Bagikan Air Bersih

Vhio TC
Peduli Warga di Tengah Kekeringan, Ketua RT 02 Taba Jemekeh Turun Langsung Bagikan Air Bersih

Wartasumsel.id, LUBUKLINGGAU – Dampak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Niño mulai dirasakan sejumlah masyarakat di Kota Lubuklinggau. Kondisi kering membuat sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap warga justru datang dari tingkat lingkungan. Ketua RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Renol, berinisiatif menyediakan dan mendistribusikan air bersih secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Renol tidak hanya menunggu keluhan masyarakat, tetapi turun langsung membawa air bersih dan berkeliling ke sejumlah titik permukiman warga.

Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan di tingkat RT dalam merespons persoalan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi kemarau.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada warga. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, kita harus hadir dan membantu sesuai kemampuan yang kita miliki,” ujar Renol.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga persoalan kekurangan air tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, pihaknya berupaya mencari solusi sederhana namun dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Jangan sampai warga kesulitan air sementara kita hanya menunggu. Saya bersama lingkungan berinisiatif untuk mengantarkan air bersih langsung kepada warga. Mudah-mudahan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” katanya.

Renol juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau masih berlangsung. Menurutnya, persoalan kekurangan air merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kepedulian seluruh pihak.

Aksi tersebut mendapat perhatian dari warga karena distribusi air dilakukan secara langsung ke lingkungan permukiman. Kehadiran Ketua RT di tengah masyarakat dinilai menunjukkan bahwa pelayanan kepada warga tidak selalu harus menunggu program besar, tetapi dapat dimulai dari kepedulian dan inovasi di lingkungan masing-masing.

Fenomena El Niño sendiri diketahui dapat memperkuat kondisi kering di Indonesia. BMKG menjelaskan bahwa saat El Niño berlangsung, pertumbuhan awan dan hujan bergeser menjauh dari wilayah Indonesia sehingga risiko kekeringan meningkat.

BMKG pada September 2026 juga mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi atmosfer yang kering, ditambah pengaruh El Niño yang masih sangat kuat, berpotensi meningkatkan kekeringan dan tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Di tengah tantangan tersebut, langkah yang dilakukan RT 02 Kelurahan Taba Jemekeh menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan warga.

“Intinya kita ingin warga tidak merasa sendiri menghadapi kondisi seperti ini. Kalau ada yang membutuhkan air, sebisa mungkin kita bantu. Ini bukan soal siapa yang paling banyak membantu, tetapi bagaimana kita bisa hadir untuk masyarakat,” pungkas Renol. (*)

Berita Terkait

32